Made in Indonesia, Dikenakan Para Legenda

279522_heroaJersey made in Indonesia dikenakan Gianluigi Buffon! Ya, anda tidak salah baca. Bahkan kiper sekaliber Buffon pernah mengangkat trophy dengan menggunakan jersey berlabel ‘Made in Indonesia’. Sebut saja yang kami tangkap, sejak 2010 hingga musim 2104/15 berakhir, jersey kiper milik klub Juventus dengan mega-apparel Nike-nya ialah buatan Indonesia. Dimana di antara 5 musim tersebut, Juventus memenangkan 4 piala juara liga Italia, dengan 3 kali Buffon menjadi kaptennya. Mengherankan?! Sebetulnya tidak juga, mengingat Indonesia bahkan sejak era 90-an juga telah memproduksi berbagai supply-gear untuk berbagai major event FIFA. Indonesia terutama kini telah menjadi destinasi dari brand-brand raksasa untuk memproduksi komoditi mereka.

MasterPun tim bertabur bintang seperti Manchester City di musim 2013/14 juga menggunakan jersey buatan Indonesia, tetap dengan label contreng asal Amerika Serikat, menjuarai English Premiere League. Bersanding dengan China sebagai negara penguasa produksi di Dunia, Vietnam, Pakistan, Kamboja dan banyak Negara lain di Asia, Indonesia dikenal memiliki keunggulan dalam keterampilan pekerjanya. Namun bukan berarti gilang-gemilang ini tidak memiliki sisi kelam. Di Tahun 2014  yang lalu dilaporkan, lembaga anti kemiskinan global SumOfUs mengecam Nike karena menjual kaos tim olahraga Inggris seharga US$ 150 atau Rp 1,7 juta, tapi hanya menggaji buruh pabrik di Indonesia dengan bayaran 50 sen atau Rp 5.600 per jam untuk memproduksi jersey tersebut. Indonesia selain terkenal karena kualitas produksinya, sayangnya juga dikenal sebagai Negara yang begitu rendah upah pekerjanya. Menjadi tidak mengherankan betapa banjirnya invasi raksasa-raksasa apparel multinasional untuk ‘mempercayakan’ perakitan produknya di Indonesia.

essien
Michael Essien. Marquee player Persib Bandung yang turut mengerek pamor apparel Sportama.

Kami tidak ingin lebih jauh membahas mengenai hal tersebut dan memilih untuk lebih optimistik terkait dengan peluang Indonesia di pasar olahraga Nasional atau bahkan Internasional. Kabar baiknya tentu Indonesia memiliki kapasitas yang lebih daripada cukup untuk memproduksi sports gear yang berkualitas baik. Merek-merek lokal yang dibuat dari dan untuk Indonesia, bahkan berekspansi ke mancanegara kini telah jamak bermunculan secara sporadis seakan menjadi gaung revolusi apparel asli Indonesia. Layaknya jamur di musim hujan, produk-produk Indonesia tumbuh subur dan malang melintang mewarnai kancah olahraga Tanah air. Keberanian untuk memulai inilah yang sangat penting kita apresiasi dengan penuh kesadaran, mengesampingkan berbagai kekurangannya. Tengok saja kompetisi sepak bola Indonesia, Liga 1 dan Liga 2. Anda akan menemukan bahwa kini, mayoritas apparel yang digunakan tim-tim kontestannya ialah produk-produk Indonesia, buatan asli Indonesia pula. Perang gimmic dan fitur antar brandpun begitu sengit untuk mendapatkan perhatian konsumen. Sebuah atmosfer yang tentu sangat konstruktif.

Memorabola akan membahas lebih lanjut geliat-geliat apparel lokal yang kini telah berangsur menjadi tuan rumah di Negara sendiri. Sebut saja Sportama dari Jakarta, Elastico – Bandung, MBB – Bogor, Allvane – Surabaya, dan banyak lainnya yang dengan kreatifitasnya mengerek potensi-potensi lokal untuk berani bersaing dan terbukti sukses untuk terus berkembang. Kolektor dan penikmat produk-produk olahraga di tanah airpun tidak lagi segan membeli merek asli dalam Negeri dengan harga yang sebetulnya juga tidak bisa dikatakan murah. Sehingga tidak salah kan apabila kita layak optimis suatu saat nanti, berbagai tim dan pemain kelas Dunia akan berbondong-bondong memakai brand asli Indonesia? Kenapa tidak?! Subscribe untuk mengikuti update terbaru artikel-artikel memorabola.com dengan cara klik tombol ‘Follow’ di bagian bawah halaman ini. (bjw)

Subscribe memorabola.com di bagian bawah laman ini, dan ikuti terus updatenya.