Waspada Virus Karbol!

1Mengoleksi Karbol atau kartu bola. Barangkali trend ini sudah lebih dahulu booming ketimbang mengoleksi jersey olahraga yang belakangan menjadi pop culture terkini. Sejak era 90-an saja nampaknya sudah jamak kartu-kartu koleksi semacam ini diperjual belikan. Beberapa merek seperti Panini, Upper Deck, Fleer, dan sebagainya mestinya sudah tidak asing di telinga kita. Setelah membongkar sebuah kardus tua di gudang barang, saya menemukan kisaran 100-120 lembar trading card acak mulai dari kartu basket (NBA), sepak bola, Dragon Ballz, X-Men, hingga kartu zodiak. Dan yang saya ingat sudah tertimbun mungkin lebih dari 18 Tahun lamanya.

pp3Memori tertuju ke era 97-98 ketika di beberapa mall mulai banyak dijumpai gerai-gerai yang menjual barang-barang koleksi dan hobi. Salah satunya yang masuk akal untuk diminta ke orang tua oleh anak kecil seperti saya pada saat itu adalah pack-pack kartu yang tersegel tersebut. Berisi kartu acak, harganya relatif terjangkau dan ada kesempatan untuk mendapatkan kartu langka apabila beruntung, meskipun nyatanya saya tidak pernah seberuntung itu. Respon saya setelah menemukan tumpukan kartu tua itu adalah: “Ok, mungkin saya ingin sedikit bernostalgia dengan benda-benda semacam ini”. Saya mulai browsing di beberapa grup Facebook, dan menemukan beberapa wadah bagi kolektor trading card.

Dan yang terjadi adalah, seperti anak kecil yang diajak ke toko permen, saya merasa lapar mata ketika berselancar di grup-grup tersebut. Mulai dari jenis kartu itu sendiri yang beragam seperti base / common card, auto-card, memorabilia card, sampai dengan berbagai perlengkapan penunjangnya (yang baru saya pahami istilah-istilahnya setelah bergabung di grup akhir-akhir ini) seperti card sleeve, toploader, team bag, magnetic case dan banyak lainnya. Tak hanya rindu sensasinya, namun sekaligus terkejut. Terutama dengan harga yang begitu variatif. Bisa dari “hanya” lima ribu rupiah per lembar, hingga mencapai puluhan atau mungkin ratusan juta rupiah untuk sebuah kartu koleksi! Belum lagi aksesoris dan ragamnya yang ternyata sangat banyak. Gila!!! Begitu kira-kira saya berkata dalam hati. Saya merasa seperti seseorang yang baru keluar dari gua untuk bertapa selama belasan tahun lamanya. Ndeso kalau istilah kekiniannya.

2435Nah, hal lainnya yang tak luput menarik perhatian saya adalah terdapat beberapa kolektor yang memiliki koleksi kartu-kartu custom yang dibuat atau didesain sendiri, khusus untuk dimintakan tanda tangan kepada atlet, selebritis, komedian, musisi dan siapapun yang jadi “target operasi”. Maka saya tidak mau ketinggalan kereta untuk turut mengenali jenis kartu yang satu ini. Jadi selain membelanjakan sedikit rupiah untuk trading card NBA pertama saya setelah tak kurang dari 18 Tahun sejak terakhir dulu dibelikan ortu, saya juga membuat beberapa desain karbol Memorabola untuk bahan hunting langsung ke sasaran: pemain bola. Untuk beberapa percobaan pertama, tidak mengecewakan. Tidak berlisensi resmi memang, namun sudah cukup untuk tujuan koleksi pribadi maupun untuk sekedar menghidupkan kembali “excitement” belasan tahun lalu, dan membawanya ke level baru yang berbeda. Upgraded! 😉 (bjw)

Cek juga, Halaman Koleksi Memorabola.