Nostalgia Jersey ‘KW Lokal’

kw4Multisport, Seven Star, Austy. Ingatkah anda dengan beberapa merek tersebut?! Atau sekedar terdengar familiar tapi tidak ingat betul? Coba check lemari anda, ingat-ingat dan carilah baju bola yang pernah dibeli di samping stadion atau di toko-toko dalam mall yang memutar house music ‘tung-tung’. Mungkin anda akan menemukan salah satu baju olahraga dengan merek-merek tersebut. Rata-rata merupakan produk tiruan yang diproduksi di Indonesia (sebagian besar Jawa Barat) dan dijual di outlet-outlet yang tidak berlisensi resmi, seringnya disebut dengan ‘kw lokal’. Entah mulai kapan istilah tersebut dipopulerkan, yang kami ingat di akhir 90-an harga baju-baju bola semacam ini masih di kisaran sepuluh hingga dua puluh ribu Rupiah. Namun sekarang, tidak akan mengherankan apabila lelang-lelangnya bisa tembus di angka ratusan ribu rupiah per-lembarnya.

Lalu apa yang membuat jersey-jersey tersebut bisa begitu mahal bahkan hingga mencapai puluhan kali lipat harga awalnya?! Seorang kolektornya, Nurchayo Arif Wibowo membeberkan bahwa kenikmatan mengoleksi jersey jenis ini adalah jumlah edarnya yang sangat terbatas, tidak seperti jersey original yang lebih massal. “Kenikmatan mengoleksi kw lokal di samping produk asli indonesia, perawatannya relatif mudah karena full-printed. Selain itu dibuatnya secara limited. Maksudnya pabrik hanya memproduksi satu item jersey per-Tahun, itupun jumlahnya tidak banyak. Jadi pada akhirnya varian ini punya nilai jual tinggi”.

Roisroy Robin, seorang kawan yang juga gemar mengoleksi jersey genre ini turut menyatakan alasannya yang nyaris serupa dengan Nurcahyo. “Yang pertama soal memori. Dulu waktu SD koleksian pertama merk multisport. Terus belanjut sampe jaman kuliah. Gak nyangka aja sampe skrg ternyata merk ini masih punya penggemar yang jumlahnya sampe ribuan. Akhirnya tetap bertahan di genre ini” ujarnya sambil menunjukkan susunan jersey-jersey koleksinya. “Kedua soal kelangkaannya. Dalam kasus ini jersey bernameset (bernama dan nomer punggung pemain). Tipe ini cuma diproduksi sesuai dengan tahun tersebut. Jadi kalau misal di 2017 bisa dapat jersey tahun 2000 dengan kondisi nyaris baru, ada kesenangan sendiri” Lanjut kawan yang telah mengoleksi tidak kurang dari 800 lembar jersey merek lokal ini. Disinggung mengenai harga termahal yang pernah ia ketahui untuk tipe jersey ini, Robin menyebutkan bahwa jersey Barcelona dengan nama Messi bernomer punggung 30 pernah laku hingga kisaran Rp. 600.000,- di sebuah lelang di Facebook.

Tentu koleksi genre kw lokal akan relatif sukar berdampingan dengan genre original yang umumnya mengedepankan aspek otentisitas dan diproduksi dengan lisensi resmi dari klub. Namun komparasi antara genre kw lokal dengan original bukanlah sesuatu yang kami rasa proporsional apabila ditilik dari sudut pandang minatnya. Ditambah lagi, fragmen nostalgia dari genre ini sangatlah melekat di era Generasi-X. Mayoritas kawan kolektor jersey Tanah Air (dengan genre koleksi apapun) kami rasa hampir selalu pernah bersentuhan dengan merek-merek ini. Dan hampir seluruh kawan yang kami tanyai pendapatnya, selalu mengaitkan dengan memori ketika di sekolah dasar. Kami sampai pada sebuah kesimpulan yang sangat penting dan esensial, bahwa apabila anda memiliki pengalaman dengan jersey jenis ini, dan pernah membelinya ketika anda SD, berarti anda sudah tua bro! *LOL! (bjw)

Subscribe memorabola.com di bagian bawah laman ini, dan ikuti terus updatenya.