Sang Jukir Pasti Akan Bangga

nug1Suatu pagi, hari Jumat di Bulan Ramadhan. Di kampung halaman saya, Surabaya, menjalankan rutinitas. Saya bukanlah kolektor memorabilia yang memiliki wawasan begitu luas. Tingkat pengetahuan saya cenderung spesifik dan kacamata kuda. Nah pas di hari itu, saya akhirnya dapat merasakan langsung sensasi ‘tangkap tangan’ memorabilia Persebaya Surabaya dari seseorang yang acak.

Kawan saya sering bercerita pengalamannya dan kolega mendapat jersey langka tim-tim Indonesia jaman lawas, seperti Persebaya Surabaya, Arseto Solo, Persela, PSM Makassar dan sebagainya dari petugas sampah, abang becak, pekerja bangunan dan sebagainya. Seringnya saya cuma nyengir dan berkata dalam hati “sepertinya keberuntungan semacam itu hanya untuk orang-orang terpilih”.

nug2
Sumber: Jawa Pos, 2007.

Tapi lagi, di Jumat itu saya mendapati seorang petugas parkir, paruh baya, mengenakan jersey hijau, nomer punggung 4. Tidak salah, itu jersey Persebaya Surabaya, match worn (bekas pakai tanding) milik Nugroho Mardiyanto, salah seorang bek Persebaya era 2005-2009. Dan tak salah lagi, saya akhirnya merasakan sensasi menjadi ‘sang terpilih’ itu.

Percakapan singkat terjadi saat itu dengan si petugas parkir. “Pak bajunya mau dijual? Kalau mau saya bawa sekarang tolong dilepas” kiranya begitu kalimat saya dengan logat Suroboyoan. Sontak ia menjawab “lha terus kalua dibeli saya pakai baju apa mas? Mau dibeli berapa to?” Tanyanya. Singkat cerita ia tertarik dengan penawaran saya dan bergegas melepas bajunya dan nampaknya ia senang bukan kepalang. Barangkali ia tidak tahu bahwa yang jauh lebih senang ialah saya. Saking senangnya mendapat jersey match worn musim 2007 itu hingga buru-buru saya memacu kendaraan dan bahkan lupa bertanya nama bapak itu, dan bagaimana ia bisa mendapatkan baju tersebut. Kisah ini sempat diabadikan oleh Jawa Pos atas prakarsa seorang kawan wartawan. Judulnyapun provokatif 😉

nug3

Mungkin apabila si bapak petugas parkir itu tahu, kini ia akan makin bangga. Baju yang disangkanya berasal dari antah berantah dan menjadi perangkat kerjanya, dibeli dengan harga pantas, ‘naik kelas’ menjadi sebuah memorabilia olahraga yang berharga, dan pada akhirnya Nugroho Mardiyanto sendiri yang sepakat untuk bertemu karena ia sendiri nampaknya juga penasaran dengan kisah unik ini. Saya bertemu dengan Cak Nug, begitu ia biasa dipanggil. Dan bercerita ringan, dan ia nampak cukup heran bahwa ada komunitas atau sekumpulan orang yang ‘segitunya’ untuk memperoleh sebuah memorabilia olahraga.

nug4nug5Saya mengatakan kepadanya, banyak orang seperti saya, bahkan yang jauh lebih ‘gila’. Nugroho Mardiyanto yang kini bermain untuk Semeru FC pun berjanji akan membagikan kisahnya kepada Memorabola dan juga menghibahkan satu jersey matchworn Semeru FC setelah kompetisi Liga 2 berakhir. Menarik kita nantikan. (bjw)


Subscribe memorabola.com di bagian bawah laman ini, dan ikuti terus updatenya.