Kearifan Selebrasi Sujud dan Syukur

7a7ff82a6ac700cc1a515e0ee5660db1SI_BadmintonPhoto_AhsanRian9
Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan / Rian Agung Saputro . Sumber: Liputan 6.

Dalam Dunia olahraga, selalu ada cara untuk mengekspresikan sebuah momen. Suka, duka, kalah, menang. Semua pasti memiliki ekspresi khas dan unik. Namun kami ingin mencermati selebrasi yang sangat ‘Indonesia’ meskipun tidak melulu berasal dari Indonesia.

Selebrasi Sujud. Fenomena ini sebetulnya sudah didapati dari era 80 dan 90-an, atau mungkin jauh sebelumnya, yang setidaknya telah kami amati. Di olahraga badminton, sepak bola, dan berbagai cabor lain, tak terlalu mengherankan apabila terdapat selebrasi Sujud semacam ini.

221719_620
Sumber: Tempo

Namun belakangan selebrasi ini telah menjadi sebuah pergerakan pop di dunia olahraga, terutama sepak bola dengan broadcastingnya yang berskala Nasional turut mengerek pamor fenomena ini. Kami kembali mencermati awal mula munculnya pergerakan masif ini. Kami mengingat adalah Timnas Sepakbola U-19 yang kembali menggaungkannya di ajang AFF 2012 yang lalu. Mereka nyaris atau selalu menggunakan selebrasi Sujud Syukur setiap kali mencetak gol. Belum lagi mereka akhirnya berhasil menjuarai turnamen tersebut dan sontak menyedot begitu banyak perhatian di berbagai kalangan masyarakat.

Seperti dilansir Tempo. Indra Sjafri, pelatih Timnas U-19 kala itu sempat mengatakan bahwa selebrasi ini tidak perlu dipertanyakan, dan bahkan seharusnya menjadi hal yang baik. Ia mencontohkan Tokoh Agama tertinggi umat Katolik, Paus Yohannes Paulus II misalnya, jamak melakukan Sujud Syukur ketika berkunjung di berbagai Negara. Indra menyatakan kebiasaan Sujud Syukur kini terasa hilang karena orang tak melakukannya saat mendapat nikmat. Namun, di timnas U-19, dia ingin membangkitkan kebiasaan itu. Dia ingin membangun kesadaran bahwa segala sesuatu harus dikembalikan kepada Tuhan, termasuk saat tim mampu menciptakan gol.

DBhmp13VwAA2t-w

Hingga kini, selebrasi tersebut makin menyebar dan marak digunakan oleh tim olahraga. Yang paling sering kita saksikan tentu sepakbola.Di Liga 1, Bali United misalnya, sempat menunjukkan keberagaman yang agung ketika selebrasi gol mereka menunjukkan gestur atau cara yang beragam dari berbagai adab. Ada yang bersujud ada yang mengepalkan tangan, dan ada yang menyatukan kedua telapak tangan mereka sebagai wujud syukur. Seperti dikutip CNN Indonesia, bahwa selebrasi ini sampai mendapat respon dari media asing. “Foto tersebut muncul di waktu yang penting dalam sejarah Indonesia. Saat fraksi politik Agama tertentu yang kurang toleran di negara itu mengancam pemerintahan moderat dan sekuler Indonesia dalam beberapa Bulan belakangan,” demikian tertulis dalam Washington Post. Menyerukan bahwa betapa beragamnya Indonesia itu, bahkan di mata Dunia. Betapa arif.

The Wassail (Charles Rennie Mackintosh)
“The Wassail” de Charles Rennie Mackintosh (Glasgow).

Di dalam semiotika atau ilmu tanda, bentukan lengkung diartikan sebagai tingkat spiritual yang tinggi, kekhusyukan, kebijaksanaan dan kearifan. Tengok saja gaya desain Glasgow Style yang mulai dikenal luas sejak Abad ke-18, yang banyak menggunakan lengkungan-lengkungan vertikal tinggi dan panjang untuk mencirikan keagungan spiritualisme dan karya seni budaya Eropa yang dinilai begitu “tinggi”. Atau juga amati bentukan pilar-pilar, pintu, serambi, dan kubah-kubah di rumah Ibadah. Anda akan banyak menyaksikan bentukan lengkung yang memang akan mencirikan sebuah pengharapan dan kekhidmatan. Demikian pula dengan bentukan lengkung dan merunduk daripada selebrasi Sujud dan Syukur kiranya dapat ditafsirkan sebagai ekspresi spiritual yang agung dan penuh nilai. (bjw)


Subscribe memorabola.com di bagian bawah laman ini, dan ikuti terus updatenya.