Batik adalah Cinta

batikTanggal 2 Oktober yang ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional berawal dari penetapan batik oleh UNESCO, sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Tahun 2008, pemerintah mendaftarkan batik ke dalam jajaran daftar Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO.

Setelah diterima secara resmi pada 9 Januari 2009, beberapa bulan kemudian, tepatnya  pada 2 Oktober 2009, UNESCO mengukuhkan batik Indonesia dalam daftar Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

“Batik tercipta karena cinta, ada doa dan filosofi di setiap pattern-nya. Semisal Batik Parang Kusumo, yang terinspirasi bunga Kusumo yang aromanya begitu harum. Harapannya ketika seseorang mengenakan motif tersebut, citranya akan harum dan disenangi oleh orang-orang di sekitarnya. Dan begitu banyak filosofi luhur lainnya yang membuat kita sangat layak mencintai Batik” terang Embran Nawawi, budayawan dan pakar batik.

Lalu, sudahkah kita mengenakan Batik dengan penuh cinta? (bjw)