Ni Nengah Widiasih: Tiada Kata Menyerah

Ni Nengah Widiasih.png


IMG-20171022-WA0023“Om namo shivaha, om avighenam astu namo sidham, Ratu betare dumogi tiang hari ini bise memberikan yang terbaik untuk orang tua tiange, untuk Ibu pertiwi dan Indonesia tercinta…”.

“Ya Tuhan semoga hari ini saya bisa memberikan yang terbaik untuk orang tua saya, Ibu Pertiwi dan Indonesia tercinta…”. Itu yg selalu saya ucapkan sebelum saya bertanding, dan saya ucapkan berulang-ulang kali sampai pertandingan selesai…

Setiap orang pasti memiliki sebuah cerita dalam hidup ini, entah akan seperti apa kelak kita tidak ada yang tahu karena semua adalah rahasia Tuhan. 

Saya terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, Saya anak kedua dari empat bersaudara dan perempuan satu-satunya.

Dulu saya terlahir normal seperti anak-anak pada umumnya, dan begitu bahagianya orang tua saya menyabut kehadiran saya ditengah keluarga yang sederhana. 3 tahun berlalu Saya tumbuh menjadi anak-anak normal, bermain, berlari di tengah keramaian.

Satu hari, tiba-tiba saja saya sakit demam, panas tinggi dan kemudian orang tua saya membawa saya pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dan dokterpun memberi saya suntikan dipaha kiri saya, kemudian orang tua saya pun membawa saya pulang. Keesokan harinya kondisi panas dibadan saya semakin meninggi, seluruh badan menggigil dan lemas, orangtua saya berusaha untuk mendudukan saya tapi tidak bisa sampai pada akhirnya saya benar-benar lumpuh pada saat itu, jangankan berjalan dudukpun pada saat itu saya tidak bisa lagi.

Sejak saat itu orang tua saya sibuk membawa saya berobat, berbagai cara orang tua saya lakukan untuk bisa membuat kondisi saya normal kembali hingga saya tidak pernah merasakan masa-masa pertumbuhan layaknya anak kecil pada umumnya, semua pengobatan sudah pernah saya jalani sampai pada akhirnya kaki kiri saya harus dioperasi supaya bisa berjalan dengan menggunakan alat bantu di kaki saya, dan itu berhasil.

Dan itulah awal mula perjuangan hidup saya…

nusaduaentranceSingkat cerita masuklah saya disebuah sekolah (Yayasan YPAC Bali) dan sejak kelas 4 Sekolah Dasar saya mulai aktif mengikuti kegiatan di sekolah, setiap kegiatan seperti cerdas cermat tingkat Daerah dan Nasional saya ikuti, sampai pada akhirnya kelas 6 SD saya mulai coba-coba ikut angkat berat bersama teman-teman dan kakak saya, yang kebetulan pada saat itu berada dalam lingkungan atlet. Awalnya saya hanya coba-coba, tidak serius karena pada saat itu saya masih kecil, belum tahu arahnya akan seperti apa.

Sampai suatu ketika pelatih mereka melihat saya dan mulai melatih saya. 3 Bulan kemudian saya diikutkan KEJURNAS 2006 dan kebetulan pada saat itu Bali menjadi tuan rumah dan itu adalah kali pertama saya ikut lomba dan dapat medali Emas.

Awalnya orangtua saya tidak begitu yakin kalau saya bisa, itu wajar. Tapi saya terus berlatih dan berusaha menunjukkan kepada mereka bahwa kelemahan saya justru bisa menjadi kekuatan saya.

2007…Saya langsung masuk pelatnas untuk ASEAN Para Games di Thailand, waktu itu saya masih SMP kelas 1. Itu adalah hal terberat buat saya, jauh dari keluarga, teman-teman dan masuk di lingkungan baru yang jauh lebih dewasa dan mandiri. Dari sejak itu saya terus masuk pelatnas hingga kini. Semua kejuaraan sudah pernah saya ikuti dari tingkat Daerah, Nasional, ASEAN, Asia, Eropa, dan bahkan Dunia.

IMG-20171022-WA0027Sungguh perjuangan yang sangat berat buat saya. Jatuh bangun, air mata adalah teman saya…Saya meninggalkan sebagian masa muda, masa bermain dimana anak-anak remaja seumuran saya waktu itu sibuk hang out. Tapi saya pulang sekolah dengan besi dan program latihan yang sudah menanti.

Hampir setiap saat saya menangis. Pulang sekolah selalu jam 5-6 sore, bahkan tak jarang saat belum sempat mencicipi makanan, pelatih sudah menunggu saya untuk latihan. Hingga pada akhirnya saya lulus SMA dan saya bisa lebih fokus untuk terus berlatih dan bertanding. 

Waktu saya masih sekolah cita-cita saya adalah menjadi psychologist, dan ketika SMA saya masuk dijurusan IPA, dengan percaya diri saya ingin melanjutkan ke university yaitu mengambil jurusan yang saya minati tersebut. Tapi terkadang jalan hidup sesorang bisa berbeda dengan apa yang dikehendaki. Dengan berjalannya waktu dan setelah lulus SMA, saya semakin sibuk di Pelatnas dan saya berpikir untuk menunda 1 tahun rencana saya masuk kuliah. Tapi semakin kesini saya semakin tidak punya banyak waktu untuk melanjutkan.

IMG-20171022-WA0046.jpgBanyak orang diluar sana menganggap menjadi atlet adalah hal yang paling enak, karena mereka berpikir bisa keliling dunia gratis dan melakukan apa yang dicintai. Tapi mereka mungkin tidak pernah tahu hal apa yang saya/seorang atlet alami. Sungguh sangat berat perjuangan seorang atlet karena semua harus saya korbankan untuk selalu menjadi yang terbaik untuk Indonesia, dan hal yang membanggakan namun terkadang sangat menyakitkan bagi atlet adalah ketika kita menjadi seorang juara kita dipuji setinggi langit, dan ketika kita pulang tanpa medali kita dimaki tanpa perasaan.IMG-20171022-WA0032Dari 2006-17 begitu banyak rintangan yang saya alami dan lalui, tapi tekat saya mengalahkan semua rintangan itu karena mimpi saya adalah menjadi JUARA DUNIA, dan iya…Saya berhasil menjadi juara Dunia. 2008-2017 6 x ASEAN Para Games, 1 perunggu, 1 perak, dan dari 2011-2017 saya adalah pemegang rekor terbaik di ASEAN Para Games hingga saat ini belum ada yang bisa memecahkan maupun melampaui rekor atas nama saya tersebut, sungguh itu bukan perjuangan yang mudah dan tanpa air mata.

2014 saya mengikuti World Championships di Dubai, itu adalah kualifikasi untuk Paralympic Rio2016. Tanpa turnamen tersebut, sangat sulit bagi saya untuk bisa lolos ke Paralympic Rio2016. Penuh perjuangan untuk bisa masuk ke World Championships Dubai, pada saat itu saya tidak memiliki uang untuk bisa pergi ke sana. Tapi keinginan saya mengalahkan keterbatasan saya, 3 minggu sebelum turnamen ada pihak sponsor yang siap men-support saya menuju Dubai dan akhirnya saya dengan bangga berangkat menuju Dubai dan sayapun berhasil menempatkan diri di posisi 3 besar Dunia (medali perunggu) dari saat itu mimpi saya semakin besar untuk menuju Paralympic Rio2016.

Bukan tanpa halangan, begitu kerasnya saya latihan hingga saya mengalami beberapa kali cedera dibahu kanan dan otot leher hingga sekarang. Namun, semua rasa sakit itu tidak menyurutkan semangat saya hingga menjadikan saya peraih medali perunggu Paralympic Rio 2016.

23561858_929694113862704_4438272478487016886_nDibalik ketidaksempurnaan hidup saya, saya ingin membuat orangtua saya bahagia dan bangga. Karena merekalah yang selalu ada untuk saya, yang tidak pernah meninggalkan saya dalam kondisi apapun…

Ketika banyak orang melihat saya berbeda dari orang lain, tapi tidak dengan orangtua saya. Orangtua saya selalu menganggap saya adalah anak istimewa yang Tuhan titipkan untuk Mereka. Bagi saya mereka adalah orangtua yang sangat luar biasa hebatnya, luar biasa kuatnya karena mereka memiliki hati yang luar biasa untuk saya, mereka adalah sumber kekuatan saya untuk terus berjuang, tidak ada yang bisa saya lakukan tanpa mereka. Mereka selalu mendoakan dan mendukung saya.

I’m grateful to God, my family, my coach and all the people who always supporting me, so I can be as I’m now…

Saya ingin selalu menjadi yang terbaik dengan usaha yang lebih keras lagi.

Mungkin hanya penggalan kisah ini yang bisa saya bagikan. Ini adalah bagian kecil dari kehidupan saya. 

IMG-20171022-WA0043Dari 2006-2017, inilah deretan kejuaraan yang sudah pernah saya ikuti dan menangkan: 
2008 medali perunggu ASEAN Para Games di Thailand, 
2009 medali perak asea Para Games di Malaysia, 
2010 Asian Para Games no 4 di China,
2011 medali emas ASEAN Para Games Indonesia (record) 
2012 medali perak Asia open di malaysia, 
2012 no 5 Paralympic London, 
2013 medali perak Asian open Malaysia, 
2013 medali emas ASEAN Para Games myanmar (record) 
2014 medali perak Asian Para Games Korea, 
2014 medali perunggu World championships Dubai, 
2015 medali perak Asian open Kazakhstan, 
2015 medali emas ASEAN Para Games Singapore (record) 
2016 medali emas world cup Malaysia, 
2016 medali perunggu paralympic Rio De Janeiro, 
2017 medali emas ASEAN Para Games di Kualalumpur (record) 

3 medali emas PON/PEPARNAS (2008,2012,2016) 
3 medali emas KEJURNAS (2006,2007,2015) IMG-20171022-WA0026IMG-20171022-WA0020.jpgDoa, pengorbanan, kerja keras, air mata, dan semangat adalah kunci dari keberhasilan. Ketika kita ingin meraih mimpi, teruslah berusaha, jangan takut untuk gagal. Gagal coba lagi, jatuh bangun lagi, sampai kita berhasil meraih mimpi tersebut. Never Give Up!*

ttd