Ronald de Boer: Nostalgia sang Meneer

Wawancara: Ronald de Boer.

640255991Ronald  de Boer. Bagi football fans jaman now, bisa jadi nama ini akan terdengar asing. Tapi coba tanyakan kepada penggemar sepakbola era 90-an yang lahir di medio 1980 dan di antaranya. Maka kami yakin nama ini akan menggetarkan kembali memori sepakbola mereka ketika baru-baru saja mulai menggemari olahraga ini.

Memang ia ‘hanya’ pensiun di klub yang tidak terlalu mendunia sekelas Al-Shamal di 2008. Oleh karena itu ia takkan populer di generasi milenial. Tapi coba kita mundur di kisaran dua dekade yang lalu, ketika bagaimana ia memenangkan UEFA Champions League 1995 bersama Ajax Amsterdam mengalahkan tim sekelas AC Milan yang dikenal sebagai salah satu raja Eropa saat itu. Atau juga saat ia menjadi pemain kunci atraktifnya permainan Belanda di Piala Dunia 1994 dan 1998, juga di Euro 1996 dan 2000.

79036433

Bagaimana pula ia dan saudara kembarnya Frank de Boer berada pada generasi emas Ajax Amsterdam bersama para nama besar lain yang kini juga berstatus legenda sepakbola Dunia seperti: Edwin Van Der Sar, Clarence Seedorf, Frank Rijkaard, Danny Blind, Jari Litmanen, Edgar Davids, Marc Overmars, dan banyak lainnya. Dan hanya terpaut satu pertandingan saja untuk memenangkan back to back champions ketika Ajax harus mengakui keunggulan Juventus di final 1996 melalui drama adu penalti. Ia adalah salah seorang aktor penting dalam sejarah kesuksesan Ajax Amsterdam era 90-an.

nintchdbpict000001311989
Ronald dan Frank. Foto: The Sun

Sang Meneer juga merupakan pemain yang dihormati di kalangan pecinta FC Barcelona, sebagaimana ia juga pernah menjalani tiga musim di klub ini sejak 1997 ketika ia dan saudaranya Frank memutuskan bersama pindah ke sana.

Nah berbicara mengenai Barcelona, Ronald de Boer sebagai club ambassador baru saja melakukan kunjungan ke Surabaya (1/12) untuk membantu memperkuat positioning salah satu brand kopi kemasan asal Kota Pahlawan yang bekerjasama dengan tim asal Catalan tersebut. Kunjungannya kali ini juga sekaligus untuk menyapa para gibol yang tentu sudah sangat menantikan kehadirannya untuk pertama kalinya di Indonesia.

Kami beruntung mendapat kesempatan untuk bertemu secara langsung dengan sang legenda Belanda yang sangat ramah ini dan berbincang mengenai nostalgia karirnya dan juga kegiatannya pasca pensiun dari sepakbola. Berikut petikan Q&A kami:

Q : Hi Meneer de Boer, apa kabar? Kami menunggumu di sini selama dua jam, akhirnya!

A : Hello, wow really?! Maaf telah membuat menunggu. I’m great, thank you.

Q : Bagaimana penerbangan anda?

A : Perfect, tidak ada masalah.

IMG-20171202-WA0060Q : Jadi pada dasarnya apa tujuan anda datang ke Surabaya?

A : Well, ini pertama kalinya saya datang ke Indonesia. Kini saya menjadi ambassador Ajax dan Barcelona, dua tim yang pernah saya bela. Dan untuk kunjungan kali ini saya mewakili Barcelona yang kebetulan bekerjasama dengan salah satu produk dari Surabaya untuk brand positioning.

Q : Jadi kamu banyak traveling akhir-akhir ini ya?!

A : Ya ya, saya baru saja melakukan perjalanan ke China, dan berbagai tempat lain di Dunia, menyenangkan.

Q : Dan anda masih bermain golf di waktu senggang?

A : Ya betul, itu adalah hobi, dan adalah saya pemain golf yang tidak buruk. Tapi saya juga memiliki banyak kesibukan di rumah, saya mempunyai 6 orang anak, 5 cewek dan 1 cowok yang masih kecil. Dan tentu itu membuat saya sangat sibuk.

Q : Tapi sebenarnya apakah menjadi ambassador ini merupakan pekerjaan utama anda pasca pensiun sebagai pemain?

A : Tidak, sebenarnya pekerjaan utama saya sekarang adalah sebagai analis dan pakar sepak bola di sebuah stasiun TV di Belanda. Saya mengomentari pertandingan-pertandingan sepak bola dan tugas saya adalah mengkritik para pemain dan pola permainan sebuah tim. Hahaha…

Q : Bisa sedikit bernostalgia mengenai Final Champions League 1995?

A : Itu momen yang fantastis, tim yang hebat, dengan pemain-pemain muda yang hebat dan kami berhasil menjadi juara mengalahkan tim terkuat di Eropa pada saat itu. Momen terbaik dalam karirku.

15_20162025_704df0_2700761a
Foto: The Sun

Q : Bisakah anda menandatangani poster ini (saya membawa poster ketika ia berduel udara dengan Didier Deschamps di Final Champions League 1996 melawan Juventus), dan apa memori khusus anda di Final 1996? Apakah itu pertandingan yang sangat sulit?

A : Sure! Ya saya ingat Frenchmen, Didier Deschamps, pemain hebat. Tapi apakah itu saya? Ataukah Frank? Saya sendiri selalu sulit membedakan foto antara saya dan Frank. Hahaha. Final 1996. Sebenarnya saat itu Ajax bermain dengan tim yang nyaris sama dengan ketika kami memenangi turnamen ini setahun sebelumnya. Kami sama solidnya seperti ketika melawan Milan di 1995. Tapi sebenarnya ada faktor non-teknis -Memorabola memilih untuk tidak mempublikasikan detail perbincangan pada bagian ini- yang membuat Juventus begitu kuat dan itu bukan karena permainan kami. Tapi ada faktor lain yang menyebabkan kami tidak bisa menang meskipun kami bermain lebih baik. Dan itu terbukti!

IMG-20171202-WA0043

Q : Sebagai fans Juventus jujur saya terkejut, tapi anda tentu lebih tahu atmosfer pertandingan kala itu. Dan setidaknya anda adalah legenda sepakbola Belanda dan juga sudah pernah mengangkat si kuping lebar itu kan?! By the way itu memang benar foto anda kok, bukan Frank. 

A : Hahaha…ya saya termasuk pemain yang beruntung bisa memenanginya.

Q : Okay Meneer de Boer, kami tahu anda masih sedikit lelah, jadi terima kasih atas waktu anda dan apa yang akan anda lakukan setelah ini?

A : Very welcome. Saya rasa akan bersantai sejenak, minum kopi lalu akan beristirahat untuk acara esok. Sampai jumpa kawan!*

rdeboertv r de boer signed copy2