Rishadi Fauzi: Tiupan Peluit yang Paling Dinanti

fauzi
Foto: tribunnews.com

Tiga kali tiupan peluit panjang itu…

Merupakan saat yang paling sulit dipercaya. Saya baru saja memenangkan sebuah pertandingan paling bersejarah dalam karir saya. Stadion Gelora Bandung Lautan Api, 28 November 2017. Itulah pertama kalinya saya mengangkat sebuah piala juara, di hadapan puluhan ribu supporter yang datang jauh dari Surabaya untuk membela satu nama, Persebaya! Mereka, Bonekmania, memadati hampir seisi stadion dan membuat kami seakan bermain di kandang sendiri.

Malam itu, pertandingan final Liga 2 melawan PSMS Medan dimulai. Lawan yang kuat. Tapi jujur saya tidak peduli sekuat apa mereka, karena hanya fokus terhadap diri saya dan tim. Saya memprogram diri saya, menanamkan mindset di kepala saya, bahwa ketika peluit pertandingan ditiupkan, maka seketika itu pula saya akan melakukan apapun untuk mencetak gol…

Dua menit berjalan, dan Gol…!!! Gol cepat di pertandingan final itupun tercipta…

Persebaya-Surabaya-VS-PSMS-Medan-8--tirto-Mic
Foto: Jawa Pos

Saya menerima passing pendek dari Irfan Jaya yang dijaga sangat ketat oleh dua bek lawan, dan melalui sisi kanan, saya menemukan sudut tembak yang sempit. Namun saya telah meyakinkan diri saya, jauh sebelum gol itu terjadi. Maka terjadilah gol terpenting dalam karir saya itu.

Mereka bereaksi, membalas, bahkan sempat mengungguli kami. Namun kami semua memiliki satu tujuan pada pertandingan itu…menjadi juara!

Irfan Jaya menyamakan kedudukan setelah kapten Rendi dilanggar di kotak Penalti. Dan pada perpanjangan waktu, saat itu saya telah digantikan oleh Kayame, menanti di sisi lapangan dengan ketegangan yang luar biasa.

Seluruh pemain dan official begitu tegang. Hingga momen itu tiba…

Di perpanjangan waktu, berawal dari umpan Kayame di dalam kotak penalti. Dan Irfan Jaya, Gol…!!! Alhamdulillah, Allahu Akbar!

9-169.jpg
Foto: Indosport

Semua pemain di dalam dan di samping lapangan, seluruh staff, Bonekmania, dan para direksi yang berada di tribun merayakan, menangis terharu, berhamburan, dan meluapkan kebahagiaan seperti tidak ada hari esok.

Tiga kali tiupan peluit panjang itu…

3460193905
Foto: Persebaya

Adalah suara yang paling kami nanti. Dan saat itu terjadi, saya tahu bahwa Persebaya telah bangkit, setelah sekian Tahun menderita dan berjuang. Ini untuk Bonekmania yang setia berjuang dalam kesusahan. Dan saya sangat bangga mampu membantu tim ini menjadi juara dan kembali ke tempat yang semestinya, Liga 1.

Jangan pernah mempertanyakan serindu apa Bonekmania, dan masyarakat Surabaya akan kejayaan Persebaya. Esok harinya setelah malam bersejarah itu kami kembali ke Surabaya. Di hari biasa, di tengah minggu dan di jam yang ketika itu seharusnya menjadi jam sibuk untuk aktifitas bekerja, saya melihat lautan manusia seperti tidak pernah saya lihat dan bayangkan sebelumnya. Saya takjub, merinding, dan begitu terperangah melihat arak-arakan yang luar biasa itu.

timthumb
Foto: Times Jatim

Berapa kali saya katakan, sulit mempercayai semua ini. Ini seperti mimpi, mengingat saya hanya selalu hampir menjadi juara di beberapa kesempatan. 2009 saya masih berada di tim junior Persita, dan 2017 saya bermain untuk salah satu tim terbesar di Tanah Air, dan mampu mempersembahkan piala juara. Sungguh seperti mimpi. Seperti baru kemarin saya bermain sepak bola tanpa alas kaki bersama kawan-kawan masa kecil, dan tiba-tiba saya berada di panggung yang gegap gempita untuk merayakan menjadi juara.

Fauzimovic. Begitu mereka sering menjuluki saya di media. Ketika ditanya mengapa, sayapun tidak tahu bagaimana awalnya julukan itu muncul, karena saya hanya menjalankan peran saya di lapangan dengan sebaik mungkin, menjadi diri saya sendiri dan berkerja keras dengan didukung orang-orang hebat di tim.

Bahkan sewaktu di Sriwijaya FC, saya pernah menjadi pemain belakang di beberapa pertandingan, karena hampir seluruh centre back Sriwijaya cedera saat itu. Ketika pelatih membutuhkan tenaga saya untuk menjadi pemain belakang, saya akan selalu siap menjalankan peran saya jika dibutuhkan untuk membantu tim.

6tag-37002097-1736699999078952241_37002097
Foto: Satrio Wicaksono (Instagram: @satriowcs)

Coach Vera?! Dialah yang terbaik. Seorang profesional yang saya kagumi dan saya bangga bisa berada di tim yang ia pimpin. Kehebatannya adalah pada konsistensinya. Ia tidak pernah bosan-bosannya selalu menekankan apa yang harus kita lakukan secara detail. Memberitahukan kekurangan kami dan cara mengatasinya. Perlakuannya adil bagi seluruh pemain, tanpa terkecuali, tidak ada yang diistimewakan secara khusus.

Ia adalah seseorang yang bekerja sangat keras untuk selalu melakukan yang terbaik bagi tim dan pemainnya. Saya percaya itulah kunci kesuksesannya sebagai pelatih.

Tiga kali tiupan peluit panjang itu…

IMG_3564
Jersey match worn Rishadi Fauzi melawan PSIM Yogyakarta. Author: Memorabola.

Menjadi penanda bahwa saya telah mengukir sejarah gemilang dalam karir saya. Perjuangan yang terbayar.

Saya selalu bersyukur kepada Tuhan YME yang telah mengijinkan saya untuk mengalami banyak hal luar biasa yang tidak pernah saya alami sebelumnya dalam hidup saya. Saya yakin ini semua adalah kehendak-Nya.

Sebuah kenangan yang akan membekas seumur hidup saya. Persebaya Juara!!!*


ttd rishadi fauzi