Fernando Soler: Karakter adalah Utama

Fernando-Soler-Persib-Bandung-696x369.jpgPersib Bandung. Memberikan kesempatan buatku sekali lagi untuk belajar dan memberikan segala kemampuan yang aku punya.

Ketika masih jadi pemain, aku selalu berusaha bantu tim, cetak gol. 27 gol dalam 25 pertandingan buat Persebaya pernah aku ukir. Aku ingat betapa gilanya Bonek mendukung tim. Mencetak gol ke gawang Queens Park Ranger, Negeri Sembilan, gila! Itu pengalaman tak terlupakan di Gelora Bung Tomo.

 

Padahal waktu itu, Persebaya sedang susah, pernah aku ingat pertandingan terakhir  kalau gak salah lawan Aceh, tim gak punya uang untuk pulang sampai kami harus pakai dana sendiri, padahal gajipun kami tidak terima beberapa Bulan. Tapi saat itu profesionalitas diuji. Aku tetap main sepenuh hati, untuk Persebaya yang sudah seperti keluarga.

Juara Divisi Utama bersama Borneo di penghujung karirku juga menyempurnakan raihanku sebagai pemain, berhenti ketika juara.

fernando-soler-pbfc.jpg
Sumber: Tribun Kaltim

Booom…!

WM-Preskon-Persib-vs-Sriwijaya-Fc-gomez-soler
Sumber: Pojoksatu

Sekarang aku bekerja untuk Persib Bandung. Bersama Mario Gomez, seseorang yang sudah seperti ayah buatku. Dia telah melatihku sejak junior di Argentina. Sosok pelatih dan seseorang yang luar biasa. Dengan pengalamannya, darinya aku sekarang belajar mentalitas yang bagus. Bagaimana aku membentuk karakterku dalam memimpin tim. Hanya pemain yang siap, punya kualitas, dan terutama punya karakterlah yang akan dimainkan. Kami tidak butuh nama besar atau label bintang.

Kami butuh pemain yang mau bekerja keras dan bersungguh-sungguh di latihan dan lapangan.

Banyak yang tidak suka sama kami ketika menerapkan kebijakan melepas beberapa pemain senior di tim. Pemain bintang. Berat sekali apa yang kami kerjakan. Tapi kami punya prinsip, bahwa yang layak berada di tim adalah mereka yang mau bekerja keras untuk bantu tim. Yang mau keluar dari zona nyaman. Dan sejauh ini aku sendiri mulai melihat hasil jeri payah yang kami bangun bersama seluruh elemen tim. Musim masih panjang, setiap hari kami bekerja dengan sungguh-sungguh dengan kedisplinan. Aku belajar itu semua dari sosok panutanku, Mario Gomez.

Hari ini, ketika aku kembali ke Surabaya, sebagai lawan dari Persebaya Surabaya, kini sebagai tim pelatih Persib Bandung. Tetap saja aku merasa seperti di rumah sendiri.

Surabaya…

persenayaqprgetty460.jpg
Sumber: Detik Sport

Tentu saja memang rumah keduaku. Anakku bahkan lahir di sini. Surabaya, Persebaya selalu spesial. Pernah aku mendapat tawaran melatih salah satu tim yang menjadi rival klasik Persebaya, dengan tawaran yang menggiurkan. Tapi aku tidak mau ambil, aku tidak mau mengkhianati hatiku.

Kamis nanti (26/8/2018) kami akan siap mendapat sambutan hangat Bonek untuk memainkan sepak bola yang bagus di Gelora Bung Tomo. Aku dengar akan ada 50.000 lebih supporter Persebaya, dan sebagian kecilnya juga Bobotoh. Sukses selalu, salam untuk semua, friend! (*)


solersigned