Surat Hitam “Itu” (Part 2)

Saya masih menyimpan baik laporan tertulis Mursid kepada pak Agum, -yang ketika itu menjabat sebagai ketua umum PSSI-, yang saya ketik ulang supaya terlihat lebih rapih untuk diberikan kepada beliau. Berisi kurang lebih kronologi Pertandingan Piala Tiger II di Vietnam antara Timnas Indonesia melawan Thailand

Indonesia vs Thailand

Pada pagi hari kami melakukan warming up (pemanasan) sebelum pertandingan dan ada tatap muka antara pemain, pelatih dan manajer di lapangan sebelum pemain melakukan warming up.

Pada pertemuan tersebut pelatih mengatakan bahwa ada informasi dari kota Hanoi (Nugraha Besoes – Sekjen PSSI) menanyakan kita mau bertanding dimana? Di kota Hanoi atau di kota Ho Chi Minh?! Beliau menyarankan bahwa keadaan di kota Hanoi kurang bagus (baik panitia pertandingan, supporter maupun non-teknis lainnya), serta kurang menunjang untuk kita maju ke babak Final.

Berdasarkan informasi tersebut, manajer, pelatih, dan para pemain bersepakat mengambil keputusan untuk main di kota Ho Chi Minh dengan catatan bahwa para pemain cadangan yang akan bermain pada waktu pertandingan agar kita kalah.

“Maka bola oleh Kuncoro dipassing kepada saya, dimana pada saat itu waktu bertanding kurang lebih 1 menit untuk ditendang ke gawang sendiri”.

Selanjutnya pada pertemuan tersebut salah satu pemain (Aji Santoso) mengusulkan, jika pada pertandingan tersebut keadaan seri, bagaimana kalau melakukan gol bunuh diri pada menit-menit terakhir? Dan salah satu pemain Timnas ada yang menawarkan diri secara sukarela untuk melakukannya (mencetak gol bunuh diri), yakni Kuncoro.

Dalam pertemuan sebelum berangkat ke lapangan pertandingan usulan tersebut telah disepakati dan disetujui oleh semua pemain, pelatih, manajer dan para ofisial Tim Indonesia.

Dalam pertandingan Babak I, Indonesia vs Thailand, kedua belah pihak bermain hati-hati, tetapi Thailand tidak menjunjung fairplay (tidak mau kalah dan juga tidak mau menang). Setelah selesai babak I, kedua manajer tim baik Thailand dan Indonesia dipanggil oleh IP (Inspektur Pertandingan) dan diharuskan kedua belah pihak bermain fight.

Dalam pertandingan babak II, Aji Santoso masuk menggantikan Alex Pulalo. Dengan masuknya Aji, dia menginstruksikan kepada kami semua yang berada di lapangan untuk melakukan gol bunuh diri. Tetapi lalu Aji menyuruh kita main fight dengan menyerang tim Thailand habis-habisan, dan akhirnya terjadilah gol ke gawang Thailand, yang akhirnya dibalas oleh mereka hingga akhirnya kedudukan sampai menjadi 2-2, dikarenakan Tim Thailand tidak mau kalah dan juga tidak mau memenangkan pertandingan.

Pada menit-menit terakhir, ada instruksi Arjuna (pelatih kiper) dari pinggir lapangan untuk diperintahkan melakukan gol bunuh diri, dan perintah itu dilakukan oleh Kuncoro, dan kebetulan bola itu tidak masuk ke gawang, dan terjadi tendangan penjuru.

Tendangan penjuru dilakukan oleh Tim Thailand, dan bola bisa direbut oleh pemain Indonesia, kemudian ditendang ke depan dan mengenai pemain Thailand sehingga terjadi lemparan ke dalam.

Lemparan ke dalam tersebut dilakukan oleh Hartono, lalu diberikan kepada Aji Santoso, lalu oleh Aji dipassing ke Kuncoro, lalu oleh Kuncoro hendak ditendang ke gawang Indonesia (bunuh diri), namun di situ ada dua pemain Thailand menghalangi aksi tendangan bunuh diri sehingga batal dilakukan. Maka bola oleh Kuncoro dipassing kepada saya (Mursyid), dimana pada saat itu waktu bertanding kurang lebih 1 menit untuk ditendang ke gawang Indonesia (sendiri), Sehingga pada saat itu saya mempunyai peluang untuk melakukan gol bunuh diri tersebut, dan saya yang melakukannya dikarenakan ada instruksi.

Indonesia (INA)
1 Hendro Kartiko 1973
2 Kurnia Sandy 1975
3 Muhammad Halim 1973
4 Nur Alim 1973
5 Chairil Anwar 1974
6 Anang Maruf 1976
7 Aji Santoso 1970
8 Mirobaldo Bento 1975 
9 Imam Riyadi
10 Mursyid Effendi 1972
11 Alexander Pulalo 1973
12 Kuncoro 1973
13 Hartono 1970
14 Sugiantoro 1977
15 Bima Sakti 1976 
16 Uston Nawawi 1977
17 Jatmiko 1975 
18 Yusuf Ekodono 1967
19 Kurniawan Dwi Yulianto 1976 
20 Widodo C Putro 1970

Manajer Andrie Amin
Pelatih Rusdi Bahalwan

Subscribe memorabola.com untuk kisah-kisah dan nostalgia olahraga lainnya, di kanan bawah halaman.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s